Efek Buruk Dari Memiliki Kepribadian Terlalu Optimis

  • Whatsapp

Optimistis ialah satu sikap mental yang meyakini jika suatu hal yang baik akan tetap hadir. Umumnya, optimistis datangkan kebaikan. Namun, bila begitu optimistis adakah karena jelek yang diakibatkan

Berlaku penuh pengharapan serta tetap berpikiran positif memang seringkali dihubungkan dengan karakter baik. Jadi satu orang yang optimistis sering datangkan beberapa hal yang baik, seperti berikan motivasi Anda untuk memburu yang diimpikan.

Namun, pemikiran positif itu tidak selama-lamanya baik. Serta, begitu optimistis dapat bawa karena jelek dalam kehidupan yang mungkin tidak Anda sadari. Apa sajakah?

1. Memutuskan yang jelek

Orang yang berlaku begitu optimistis memang tidak selama-lamanya menginginkan hidupnya berjalan lancar, tapi sikap ini bisa membuat Anda memutuskan yang jelek.

Ketetapan jelek itu ada karena orang yang begitu optimistis memandang tidak ada yang butuh di kuatirkan di waktu depan hingga membuat jadi meleng.

Bisa saja, mereka begitu yakin dengan kekuatannya diri kita. Serta, keyakinan diri itu sering membuat mereka tutup diri dari opini orang lain.

Contohnya, Anda tidak belajar untuk ujian esok harinya sebab Anda tetap mendapatkan nilai yang baik, serta meremehkan input dari rekan yang berupaya memberi info baru.

Walau sebenarnya, menurut jurnal yang mengulas mengenai rasa optimistis yang terlalu berlebih, orang yang begitu optimistis malah makin banyak membuat kekeliruan saat kerjakan masalah matematika.

Yakin diri memang seharusnya, tapi ke arah medan perang tanpa ada menyiapkan apapun sebab begitu yakin dengan diri kita pun tidak baik.

2. Tidak terima fakta sepenuhnya

Berlainan dengan berpikiran positif tetapi sesuai kenyataan, begitu optimistis bisa membuat Anda tutup mata pada fakta.

Contohnya, Anda menduga jika kebanyakan orang sepakat dengan pidato yang Anda berikan. Walau sebenarnya sebenarnya tentu ada segelintir yang mungkin tidak menyetujuinya.

Rasa optimisme yang terlalu berlebih itu pada akhirnya membuat Anda merasakan prima serta tidak berupaya untuk melakukan perbaikan kekeliruan.

Ini dapat juga berlangsung pada jalinan asmara. Anda begitu optimistis jika jalinan Anda tentu berjalan baik-baik saja sebab Anda merasakan jika Anda berdua pasangan baik, hingga bawa karena Anda tutup mata dengan konflik-konflik yang sebetulnya ada.

Begitu optimistis akan bawa karena jelek, sebab membuat Anda terjebak pada keadaan dimana Anda cuma ingin terima yang baik-baik saja.

3. Meremehkan efek yang akan ditemui

Salah satunya akibatnya karena begitu optimistis ialah meremehkan efek yang mungkin ditemui dari semua aksi yang dilewati.

Contohnya, Anda benar-benar meyakini jika usaha atau investasi yang sedang Anda lalui akan mendapatkan untung besar.

Sebetulnya, karakter itu baik sebab membuat Anda lebih terpacu. Namun, bila optimisme terlalu berlebih, Anda justru tidak menyiapkan diri untuk hadapi terdapatnya efek ketidakberhasilan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *