4 Langkah Mengatasi Trauma yang Terjadi Anak

  • Whatsapp

Tantrum umumnya dirasakan oleh anak yang berumur 1-4 tahun. Tetapi, bukan sekedar pada beberapa anak, orang dewasa juga dapat alami tantrum. Saat Si Kecil alami tantrum, Bunda semestinya jangan cemas serta terbawa emosi. Ada cara-cara yang dapat Bunda kerjakan untuk menangani tantrum pada anak.

Tantrum pada anak tidak bisa dibiarkan terus-terusan sebab dapat jadi rutinitas yang jelek serta mengubah perubahannya di masa datang. Bunda dapat coba hentikan tantrum pada anak dengan lakukan cara-cara berikut:

1. Masih tenang

Waktu anak tantrum, Bunda tetap harus tenang serta jangan membalas berteriak atau memaksakan anak hentikan amukannya. Sikap yang tenang akan membuat tantrum Si Kecil lebih gampang untuk ditangani. Bunda dapat juga ajak Si Kecil ke tempat yang lebih sepi serta tenang buat menentramkan emosinya.

2. Cari info pemicu tantrum

Bermacam hal dapat jadi pemicu tantrum pada anak, seperti kemauan yang tidak tercukupi atau terdapatnya perasaan lapar serta mengantuk yang susah diutarakan. Bila anak belum dapat bicara, salah satunya langkah untuk mengetahui sebabnya dengan bertanya dengan cara langsung, “Kamu lapar?” atau “Kamu masih ngantuk?”. Anak kemungkinan mengangguk atau menggeleng. Bila pemicu tantrum anak didapati, karena itu Bunda semakin lebih gampang menanganinya.

3. Alihkan perhatian Si Kecil

Anak kecil benar-benar gampang lupakan suatu hal serta tertarik pada hal baru. Bunda dapat manfaatkan ini untuk mengubah perhatiannya waktu tantrum. Contohnya, Bunda dapat memberi mainan yang telah lama tidak dimainkan atau memberi cemilan kegemarannya waktu anak berteriak, geram, atau kelihatan rewel.

4. Jangan memukul anak

Waktu Si Kecil alami tantrum, jangan memukul atau mencubitnya. Jadi alternatifnya, Bunda dapat memeluk atau mencium Si Kecil untuk menentramkan emosinya. Tidak hanya menentramkan, pelukan serta ciuman dapat juga jadi langkah untuk tunjukkan jika Bunda betul-betul perduli serta menyukai mereka.

Bila tantrum pada anak terlihat sering, atau membuat menyakiti dianya atau orang lain, Bunda semestinya konsultasi dengan dokter anak untuk membahas tingkah laku itu serta langkah pas mengatasinya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *